Jumat, 09 Mei 2014

Alat Perkembangbiakan (Organum Reproductivum)

Alat perkembangbiakan (Organum Reproductivum) adalah bagian dari tumbuhan yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru dengan cara memisahkan diri secara alami atau secara sengaja dipisahkan oleh manusia dari tanaman induk.
1.    Reproduksi Vegetatif (aseksual) yaitu bagian tubuh tumbuhan yang dapat tanpa didahului dengan perkawinan.
  • Alat perkembangbiakan vegetatif alami yang terjadi menurut sifat pembawaan tumbuhan itu sendiri. contohnya umbi batang pada kentang (Solanum tubersum), umbi lapis pada bawang merah (Allium sepa), rimpang pada tumbuhan tasbih (Canna edulis Kerr), gergih pada arbe (Fragraria vesca) dan tunas pada pisang (Musa sepientum)
  •  Alat perkembangbiakan vegetatif buatan, yang hanya terjadi karena disengaja oleh manusia. contohnya seperti stek, mencangkok, okulasi, merunduk dan lain-lain.
2. Reproduksi Generatif (seksual) yaitu alat pertkembangbiakan yang terjadinya didahului oleh peristiwa perkawinan.

BUNGA (FLOS)
Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif, yang terdapat pada sebagian tumbuhan berpembuluh (Antophyta).  jika diperhatikan susunan mudahlah diketahui bahwa bunga adalah modifikasi dari suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan.
Berdasarkan letak dan susunan bagian-bagian bunga, bunga dibedakan menjadi tiga, diantaranya.
  • Bunga yang bagian-bagiannya tersusun menurut garis spiral (acylis), misalnya bunga cempaka (Michella champaka).
  • Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran (cyclis), misalnya bunga terong (Solanum melongena).
  • Bunga yang sebagian bagian-bagiannya duduk dalam lingkaran dan sebagian lain terpencar atau menurut garis spiral (hemicyclis) misalnya bunga sirsak (Annona muricata).
Mengingat pentingnya bunga bagi tumbuhan, pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebai-baiknya. Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah :
  • bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya.
  • warnanya
  • baunya
  •   ada dan tidaknya madu ataupun zat lain.
  Jumlah bunga pada tumbuhan

  • Tumbuhan berbunga satu/tunggal (planta uniflora) contohnya bunga Zephyranthus rosea Lind

  • Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora) mmumnya terdapat disemua tumbuhan 


Letak Bunga pada Tumbuhan
  • Bunga pada ujung batang (Terminalis), misalnya kembang merak (Caesalpinia pulcherrima)
  • Bunga di ketiak dauan (lateralis/aksilaris), misalnya kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L)

  • Bunga yang letaknya pada batang (kauliflorus), misalnya nangka (Arthocarpus heterophyllus)
  • Bunga yang menempel pada tumbuhan lain (Epifilus), misalnya Epiphyllum hookerii.
 
Selain dari itu pada suatu tumbuhan dapat kita lihat, bahwa bunganya yang besar jumlahnya itu dapat :
  • terpencar atau terpisah-pisah (flores sparsi), misalnya pada kembang sepatu
  • berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam. suatu rangakaian bunga dinamakan pula bunga majemuk (anthotaxis/inflorescentia)misalnya pada kembang merak.
Bunga Majemuk (Anthotaxis/Inflorescentia)

Bagian yang bersifat seperti batang
  • Ibu tangkai bunga (Pedunculus) adalah terusan batang atau cabang yang mendukung perbungaan.
  • Tangkai bunga (Pedicellus) adalah cabang ibu tangkai yang mendukung satu bunga.
  • Dasar bunga (Receptaculum) adalah ujung tangkai bunga yang mendukung bagian bunga lainnya.
Bagian Bunga Serupa daun
  • Daun pelindung (braktea) adalah bagian-bagian serupa daun yang dari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunga, terdapat dipangkal pedunculus.
  • Daun tangkai (brakteola) yaitu satu atau dua daun kecil pada tangkai bunga
  • Seludang bunga (spatha) adalah daun pelindung yang besar yang menutupi seluruh perbungaan waktu bunga belum mekar. Misalnya pada bunga kelapa (Cocos nucifera l).

 

  • Daun pembalut (involucrum) adalah sejumlah daun pelindung yang tersusun dalam satu lingkaran. Misalnya pada bunga matahari (Helianthus annuus l).  
  • Kelopak tambahan (epicalyx): serupa daun kecil tersusun melingkar di bawah kelopak. Misalnya pada bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis l). 
  • Daun-daun kelopak (sepal)
  • Daun-daun mahkota (petal) 
  • Daun-daun tenda bunga (tepal), jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnanya sehingga tidak dapat dibedakan.
  • Benang-benang sari (stamina)
  • Daun-daun buah (carpella)
Ibu tangkai bunga pada bunga majemuk dapat mengadakan percabangan dapat pula tidak. Ibu tangkai bunga yang tidak bercabang dan tidak berdaun seringkali dinamakn sumbu bunga (scapus). Ibu tangkai yang bercabang memperlihatkan cara percabangan yang bermacam-macam. selain dari itu, jumlah cabang, panjangnya dibandingkan dengan ibu tangkai serta susunan cabang-cabang tadi, berpengaruh pula terhadap urutan-urutan mekarnya masing-masing bunga pada suatu bunga majemuk. berdasarkan sifat-sifat itu, bunga majemuk dibedakan dalam tiga golongan :
  • bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa) yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus (monopodial dan tidak berbatas), ujung sumbu utama atau lateral dapat tumbuh terus sampai stadium buah. selain itu bunga mekar berurutan dari bawah ke atas atau luar ke dalam, contohnya pada bunga merak (Caesalpinia, Mangifera).

  • bunga majemuk berbatas (Inflorescentia cymosa) yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, sehingga pertumbuhan ibu tangkainya terbatas (percabangan simpodial atau terbatas). Tiap kuncup terminal menghasilkan satu bunga dan percabangan keluar dari kuncup aksiler, serta bunga yang mekar berurutan dari atas ke bawah atau dari dalam ke luar.
  • bunga majemuk campuran (Inflorescentia mixta) yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat bunga majemuk berbatas maupun sifat bunga majemuk tak berbatas.
Bunga Majemuk Tak Berbatas  
1. Bunga majemuk tak berbatas yang ibu tangkainya tidak bercabang sehingga bunga (bertangkai/tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainnya
  • Tandan (racemus), jika bunga bertangkai nyata dan duduk pada ibu tangkai. misalnya pada bunga merak  (Caesalpinia pulcherrima).

  • Bulir (Spica), seperti tandan duduk pada ibu tangkai tetapi tidan bertangkai. misalnya pada bunga jarong (Stachytarpheta jamaicensis).

  •  Untai (Amentum), seperti bulir tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga yang berkelamin jantan. misalnya pada lada (Piper nigrum).
  • Tongkol (Spadix) seperti bulir, ibu tangkai besar dan tebal dan berdaging, ibu tangkai hanya mendukung bunga berkelamin betina. misalnya jagung (Zea mays)

  • Bunga payung (Umbella), misalnya pada tumbuhan suku Umbelliferae (Apiaceae). misalnya bunga kaki kuda (Centela asiatica)


  • Bunga cawan (Corymbus), yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya melebar dan merat, sehingga membentuk seperti cawan. misalnya bunga matahari  (Hellianthus annuus).          
    1. bunga cawan ini terbagi lagi mejadi dua macam:   bunga pita (flos marginalis) : bunga mempunyai mahkota berbentuk pita, tetapi bunga ini bersifat mandul dan terdapat sepanjang tepi cawan, oleh sebab itu dinamakan pula bunga pinggir/tepi (flos ligulatus)
    2.  bunga tabung : bunga yang terdapat diatas cawannya sendiri (flos disci), kecil dan berbentuk tabung. bunga ini memiliki kedua alat kelamin (benag sari dan putik), dan dapat menghasilkan buah.




  • Bunga bongkol (Capitulum), yaitu bunga majemuk tanpa daun-daun pembalut, dan ujung ibu tangkai biasanya membengkak, sehingga berbentuk seperti bola.  Mimosaceae 


  • Bunga periuk (Hypanthodium), yaitu  Moraceae

2. Bunga majemuk tak berbatas yang Ibu Tangkai bercabang, sehingga bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya.

  •   Malai (Panicula), ibu tangkainya mengadakan percabangan secara monopodial. secara keseluruhan memperlihatkan bentuk seperti kerucut. Misalnya bunga manga (Mangifera indica)

                

  •   Malai rata (Corymbus ramosus), misalnya bunga soka (Ixora grandiflora)

  • Bunga payung majemuk (Umbella composite), misalnya bunga wortel (Daucus carota).


  • Bunga tongkol majemuk, yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan seperti tongkol pula, misalnya bunga kelapa (Cocos nucifera L.) dan palma (Palmae) umumnya. 
  • Bulir majemuk, jika ibu tangkai bunga bercabang-cabang yang mendukung bunga-bunga dengan susunan seperti bulir, misalnya bunga jantan pada jagung (Zea mays L.)
Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa, inflorescentia centrifuga atau inflorescentia definita),
  • Anak payung menggarpu (dichasium), yaitu satu bunga pada ujung ibu tangkai, dibawahnya ada dua cabang sama panjang yang setiap ujungnya ada satu bunga. Bunga yang mekar hanya yang diujung ibu tangkai, misalnya melati (Jasminum sambac Ait.)

  •  Bunga tangga atau bercabang seling (cincinnus), yaitu ibu tangkainya melakukan percabangan berseling bergantian ke kiri dan ke kanan, misalnya buntut tikus (Heliotropium indicum L.)

  • Bunga sekerup (bostryx), ibu tangkai membentuk satu cabang dengan sudut siku-siku sehingga seperti spiral atau sekerup, misalnya kenari (Canarium commune L.)

  • Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit, terdapat pada tumbuhan suku Juncaceae.
  • Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga bercabang seling, terletak pada satu bidang dan cabang tidak sama panjang. Sehingga bunga terdapat pada tempat yang sama tingginya, terdapat pada tumbuhan suku Iridaceae.
Bunga majemuk campuran (Inflorescentia mixta)
Bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat bunga majemuk berbatas maupun sifat bunga majemuk tak berbatas.
Beberapa tipe racemosa lainnya


Simosa
  • Monokhasium, terdapat satu cabang tiap nodus, misaslnya pada tumbuhan Monocotyledonae dan Gossypium.

  • Dikhasium, terdiri dari dua cabang tiap nodus, misalnya pada tumbuhan Labiatae.


  • Pleiokhasium, terdiri dari tiga atau lebih cabang dalam lingkaran mengelilingi bunga tengah, mislanya Nerium oleander.








Rabu, 26 Maret 2014

DAUN (FOLIUM)



 DAUN (FOLIUM)
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya setiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. alat ini hanya terdapat pada batag saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). 
KARAKTERISTIK DAUN
1.    Bentuk tipis (dorsoventral) dan lebar
2.    Mengarah pada cahaya
3.    Memiliki stomata (mulut daun) untuk pertukaran oksigen, karbondioksida dan uap air
4.    Berklorofil, tapi tidak selalu berwarna hijau
5.    Memiliki batas umur, daun tua akan mati dan runtuh (gugur) kemudian diganti daun baru
6.    Memiliki hidatoda cone (struktur untuk mengalirkan gutasi (keladi)
FUNGSI DAUN
  1. Pengolahan zat makanan (fotosintesis)
  2. Penguapan air (transpirasi)
  3. Penyerapan zat makanan (reabsorbsi) terutama gas, air, karbondioksida
  4. Penyerapan oksigen (respirasi)
  5. Menyimpan cadangan makanan (contoh: bayam, sawi)
KLASIFIKASI DAUN
1.    Daun tunggal (folium simplex) : daun yang pada satu tangkai daun hanya mendukung satu helai daun
2.    Daun majemuk (folium compositum) : daun yang pada satu tangkai daun mendukung banyak helaian daun.
ASAL-USUL DAUN
1.    Daun Tunggal
Daun tunggal berasal dari tonjolan (apendage) yang tumbuh pada buku batang yang memiliki meristem. Pada pertumbuhan selanjutnya meristem apex membentuk ujung daun, meristem adaxial membentuk urat daun (berkas pengangkut), meristem lateral membenttuk daging daun, meristem marginal membentuk tepi daun.
2.    Daun Majemuk
Daun majemuk berasal dari suatu daun tunggal yang torehannya sedemikian dalam sehingga taju-taju daunnya terpisah satu sama lain dan masing-masing merupakan suatu helaian kecil tersendiri
ALAT TAMBAHAN PADA DAUN
  • Daun penumpu (stipula) : perkembangan dari salah satu kuncup kolateral pada pangkal tangkai daun. Letaknya ada yang bebas di kiri kanan daun (waru, kacang tanah), melekat pada tangkai daun (mawar), berlekatan pada ketiak daun (kapri), berlawanan dengan ketiak tangkai daun, bersilangan (mengkudu)
  • Selaput bumbung (ocrea) : daun penumpu yang kedua sisinya saling berlekatan dan melingkari batang (polygonum)
  • Lidah-lidah (ligula) : selaput kecil pada batas antara upih dan helaian daun (rumput)
  • Papila (papillae) : peninggian dinding sel epidermis daun sehingga permukaan daun seperti beludru 
  • Rambut (trikoma) : bulu (pakis haji); sisik (bambu dan durian) sisik yang tumbuh dipermukaan kulit luar daun dapat berupa
  • Bulu (pillus) sel epidermis berbentuk bulu yang tumbuh di permukaan daunsRambut kelenjar (pilus capitatus) : rambut yang tumbuh di permukaan daun dan ujungnya membelah membentuk kelenjar (tembakau)
DAUN TUNGGAL
    1.     Bagian-Bagian Daun
Daun tunggallengkap memiliki bagian-bagian berikut :
a.    Pangkal daun (leaf base/leaf foundation), bagian daun yang berhubungan dengan buku batang tanaman untuk melekat ke batang
b.    Upih / pelepah daun (vagina/leaf sheat), bagian daun berbentuk lembaran tipis/ tebal memeluk batang untuk pelindung kuncup dan memberi kekuatan pada batang tanaman.
c.    Tangkai daun (ptiolus/stalk), penghubung antara upih dan helaian daundan membentuk ibu tulang daun (costa). tangkai bertugas untuk menempatkan helaian daun pada posisi sedemikian rupa sehingga daun dapat memperoleh cahaya matahari yang sebanyak-banyaknya. 
d.   Helaian daun (lamina/blade)
Daun tunggal tidak lengkap apabila tidak memiliki salah satu dari ke empat bagian tersebut :
a. Tangkai dan helaian daun , contohnya daun nangka (Artocarpus Integra Merr) dan daun mangga (Mangifera Indica)
b.  Upih dan helaian, contohnya daun padi(Oryza Sativa), daun jagung (Zea Mays)
c.  Helaian saja, sehingga langsung melekat/duduk pada batang, contonya daun biduri (Calotropis Gigantea)
d.  Tangkai saja berbentuk pipih sehingga mirip daun, contohnya daun akasia.

SIFAT-SIFAT DAUN
a.    BANGUN/BENTUK DAUN (circumscriptio)
1)   Bagian yang terlebar berada di tengah-tengah helaian daun
  • Bulat atau bundar (orbicularis), jika panjang : lebar =1:1, contoh teratai besar (Nelumbium nelumbo) 
  • Bangun perisai (peltatus), daun berbangun bulat, mempunyai tangkai daun yang tidak tertanam pada pangkal daun, melainkan pada bagian tengah helaian daun. Contoh daun jarak 
  • Jorong (ovalis), jika panjang:lebar = 1,5-2 :1, contoh daun nangka (Artocarpus integra) 
  • Memanjang (Oblongus), jika panjang :lebar = 2,5-3 : 1, contoh daun srikaya (Annona aquamosa)
  • Bangun lanset (lanceolatus), jika panjang:lebar= 3-5 : 1, contoh daun kamboja (Plumiera acuminata) 
 

2)   Bagian yang terlebar berada di bawah tengah-tengah helaian daun
a.     Pangkal daunnya tidak bertoreh 
  • Bangun bulat telur (ovatus), contoh daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
  • Bangun segitiga (triangularis), bnagun seperti segitiga sama kaki, contoh daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
  • Bangun delta (deltoideus), bangun segitiga yang sama ketiga sisinya, contoh daun air mata pengantin (Antigonon leptopus)
  • Bangun belah ketupat,(rhomboideus), bangun segi empat yang sisinya tidak sama panjang,contoh anak daun pada bengkuwang (Pachyrrhizus erosus)

b.     Pangkal daunnya bertoreh atau berlekuk
  • Bangun jantung (cordatus), contoh daun waru (Hibiscus tiliaceus)
  •  Bangun ginjal (reniformis), contoh daun pegagan (Centella asiatica)
  • Bangun anak panah (sagittatus). Daun tak seberapa lebar ujung tajam, pangkal dengan lekukan yang lancip pula, demikian juga bagian pangkal daun di kanan kiri lekukan. Contoh daun eceng (Sagittaria saggitifolia)
  • Bertelinga (auriculatus), seperti bangun tombak tetapi pangkal daun di kanan kiri tangkai membulat, contoh: daun tempuyung ( Sonchus asper)

3)   Bagian yang terlebar berada di atas tengah-tengah hjelaian daun
  • Bangun bulat telur terbalik (obovatus), contoh sawo kecik (Manilkara kauki)
  • Bangun jantung terbalik (obcordatus), contoh semanggio gunung (Manilkara Kaukil Dub)
  • Bangun segitiga terbalik (cuneatus), anak daun semanggi (Marsilea crenata)
  • Bangun sudip (spathulatus), seperti bangun bulat telur terbalik, tetapi bagian bawahnya memanjang, contohnya daun tapak liman (Elephantus Scaber)
4)   Tidak ada bagian terlebar dari pangkal samapai ujung sama lebar
  • Bangun garis (linearis), contoh rumput (Gramineae)
  • Bangun pita (ligulatus), contoh daun jagung (Zea mays)
  • Bangun pedang (ensiformis), contohnenas sebrang (Agave sisalana)
  • Bangun paku/dabus (subulatus), contohAraucaria cunninghamii
  • Bangun jarum (Acerosus), contohPinus merkusii

b.   UJUNG DAUN (apex folii)
  • Runcing (acutus), contoh daun oleander (Netrium Oleander)
  • Meruncing (acuminatus), contoh daun sirsat (Annona Muricata)
  • Tumpul (obtutus), contoh sawo kecik (Manilkara Kauki)
  •  Membulat (rotundatus), contoh daun kaki kuda (Centella Asiatica)
  •  Rompang (truncatus), contoh daun jambu monyet (Anacardium Occidentale)
  • Terbelah (retutus), contoh daun bayam (Amarantus Hybridus)
  • Berduri (mucronatus) contoh nenas sebrang (Agape sp)

c.    PANGKAL DAUN (basis folii)
  •  Runcing (acutus), biasanya terdapat pada daun bangun memanjang, lanset, belah ketupat.
  • meruncing (acuminatus), biasanya terdapat pada daun bangun bulat telur terbalik dan daun sudip.
  • tumpul (obtutus), pada daun bangun bulat telur, jorong.
  • membulat (rotundatus), daun bangun bulat, jorong, dan bulat telur.
  • rompang (truncatus), daun bangun segitiga, delta, dan tombak.
  • berlekuk (emarginatus), pada daun bangun jantung, ginjal, anak panah.
  

d.    PERTULANGAN DAUN (nervatio)
  • menyirip (penninervis), contoh daun mangga (Mangipera Indica)
  • menjari (palminervis), contoh daun jarak (Ricinus Communis)
  •   melengkung (cervinervis), contoh genjer (Limnocharis Flava Buch)
  • lurus (rectinervis), contoh teki-tekian (Cyperaceae)
e.    TEPI DAUN (margo folii)
1)   Rata  (integer)
2)   Bertoreh (divisus), jika torehannya merdeka
o  Bergerigi (serratus), jika sinus dan agulus sama lancipnya
o  Bergerigi ganda (biserratus), seperti bergerigi tapi angulusnya cukup besar
o  Bergigi (dentatus), jika sinus tumpul, angulus lancip
o  Beringgit (crenatus), jika kebalikan bergigi
o  Berombak, jika sinus dan angulus sama-sama tumpul
3)   Jika torehan mempengaruhi bentuk daun :
4)   Tepi daun dengan torehan dan disertai pertulangan daunnya :
o  Berlekuk menyirip (pinnatilobus), contoh daun terong (Solanun Melongena)
o  Bercangap menyirip (pinnatifidus), contoh daun keluwih (Artocarpus communis)
o  Berbagi menyirip (pinnatipartitus), contohnya daun  kenikir (Cosmos Caudatus)
o  Berlekuk menjari (palmatilobus), contoh daun jarak pagar (Jatropa Curcas)
o  Bercangap menjari (palmatifidus), contoh daun jarak (Riccinus Communis)
o  Berbagi menjari (palmaipartitus), contoh daun ketela pohon (Manihot Utilissima)
f.    DAGING DAUN
Daging daun adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang dan urat-urat daun.
  • Tipis seperti selaput (membranaceus), contohdaun paku selaput (Hymenophyllum australe)
  • Seperti kertas (papyraceus), contoh daun pisang (Musa paradisiaca)
  • Tipis lunak (herbaceus), contoh selada air (Nasturtium officinale) 
  • Perkamen (perkamenteus),tipis  tapi cukup kaku, contoh (Cocos nucifera)
  • Berdaging (carnosus), jika tebal dan berair, contoh daun lidah buaya (Aloevera)
g.   WARNA DAUN
Warna daun dipengaruhi oleh pigmen yang paling dominan pada daun itu.
h.    PERMUKAAN DAUN
  • Licin (Laevis), permukaannya dapat terlihat mengkilat, suram dan berselaput lilin. contoh daun beringin (Ficus Benjamina), daun ketela rambat (Ipomoea Batatas), dan daun pisang (Musa Paradisiaca)
  • Gundul (glaber), contoh daun jambu air (Eugenia aquea)
  • Kasap, contoh daun jati (Tectona grandis)
  • Berkerut (rugosus), contoh jambu biji (Psidium guajava)
  • Berbingkul-bingkul (bullatus), seperti berkerut, tapi kerutannya lebih besar, contoh daun air mata pengantin (Antigonon leptopus)
  • Berbulu (pilosus), jika bulu halus dan jarang-jarang, contoh daun tembakau (Nicotiana tabacum)
  • Berbulu halus dan rapat (villosus), jika diraba seperti beludru
  • Berbulu kasar (hispidus), jika rambut kaku dan jika diraba terasa kasar, contoh daun gadung (Dioscorea hispida)
  • Bersisik (lepidus), seperti sisi bawah daun durian ( Durio zibethinus)

DAUN MAJEMUK
Biasanya daun majemuk memiliki bagian-bagian :
  • Tangkai induk/ ibu tangkai (rachis/penduculus communis) : tangkai daun pokok yang pada ketiak daunnya terdapat kuncu
  • Ruas cabang (rachilla) : percabangan lanjutan dari tangkai daun pokok
  • Tangkai anak daun (petiolus)
  • Helaian anak daun (foliolum)

1.    MACAM-MACAM DAUN MAJEMUK
Menurut susunan anak daun pada ibu tangkainnya, daun majemuk dapat dibedakan dalam empat  golongan :
1)   Daun majemuk menyirip (pinnatus), jika anak daun tersusun seperti sirip pada kanan kiri ibu tangkainnya.
Jika nak daunnya terdapat dikanan kiri ibu tangkainya, terusun seperti sirip pada ikan, antara lain :
  • Daun meajemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolatus), misal daun berbagai jenis jeruk
  • Daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus), misal daun asam (Tamarindus indica)
  • Daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus), misal daun mawar (Rosa hybrida)
Menurut duduknya anak-anak daun  pada ibu tangkainnya :
  • Daun majemuk menyirip dengan anak daun yang berpasangan, jika duduknya anak daun pada ibu tangkai berhadap-hadapan
  • Menyirip berseling, jika anak daun pada ibu tangkai duduknya berseling
  • Menyirip berselang-seling, jika anak-anakdaun pada ibu tangkai berselang-seling pasangan anak daun yang lebar dengan pasangan anak daun yang sempit, misal, pada tomat (Solanum lycopersicum)
2)   Daun majemuk menjari (palmatus)
Jika anak daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkainya, seperti letaknya jari-jari pada tangan.  Berdasarkan jumlah anak daunnya :
  • Beranak daun dua (bifoliolatus)
  • Beranak daun tiga (trifoliolatus)
  • Beranak daun lima (quinquefoliolatus)
  • Beranak daun tujuh (septemfoliolatus)
3)   Daun majemuk bangun kaki (pedatus)
Susunannya seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkainnya tetapi pada tangkai anak daun yang disampingnya.
4)   Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
TATA LETAK DAUN PADA BATANG (Phyllotaxis atau Dispositio Foliorum)
  • Folio sparsa (tersebar) yaitu jika pada tiap buku-buku batang hanya terdapat satu daun.
  • Folio oposita (berhadapan) yaitu jika pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun yang letaknya saling berhadapan, contohnya pada mengkudu (Morinda Citrifolia)
  • Folio verticillata (berkarang), yaitu jika pada buku-buku batang terdapat lebih dari dua daun, contoh pada alamanda (Allamanda Cathartica)
  • Roset akar, yaitu jika batang amay pendek, sehingga sema daun berjejal-jejal di atas tanah, contoh pada lobak (Raphanus Sativus)
  • Roset batang, yaitu jika daun yang rapat berjejal-jejal terdapat pada ujung batang, contohnya pada pohon kelapa (Cocos Nucifera)
METAMORFOSIS DAUN
Umbi lapis (bulbus) adalah penjelmaan batang beserta daunnya. Dinamakan umbi lapis karena memperlihatkan susunan yang berlapis-lapis, yang terdiri atas daun-daun yang telah menjadi tebal, lunak dan berdaging.
   
Piala (ascidium), biasanya merupakan ujung daun yang di ubah menjadi badan menyerupai piala yang lengkap dengan tutupnya. Ch. Nepenthes ampullaria.
 
Utricula Gelembung, terdapat pada tumbuhan pemakan serangga yang hidup di air, ch. rumput gelembung (Utricularia flexuosa).